Membacalah sebelum dipaksa membaca

Jumat, 21 April 2017

Untung bukan SURODI


“Apalah arti sebuah nama,” itu ungkapan klasik yang selalu keluar jika seseorang berkenalan dengan orang lain, karena kebetulan namanya kurang menarik. Entah siapa yang membuat kalimat sakti seperti itu. Bagi saya, nama sangatlah berarti karena pemberian ortu kita. Ada gak, yang saat kalian lahir, bisa memberi nama sendiri, kalo bisa jadi gak lucu kan, karna sudah saya pastikan semua orang yang melihatmu saat lahir akan lari ketakutan.


Nama saya adalah PANCA SURYADI WIDODO, nama pemberian kedua orang tua saya. Saya anak kelima dari lima bersaudara, so saya adalah anak bungsu. Saya lahir di kota Magelang. Waktu saya lahir, bapak saya sedang merantau mencari rejeki di perantauan. Entah siapa yang menemani ibu saya waktu itu, karena saya gak sempat bertanya sampai sekarang. Tapi sudah saya pastikan saudara-saudara saya juga ada untuk menemani ibu saat melahirkan saya.

Nama panggilan saya dikampung yaitu Dodo, agak aneh terdengar ditelinga saya waktu itu, apalagi setelah saya pandai membaca dan menulis. Kadang saya mau protes, karena ada tiga suku kata pada nama saya dan saya lebih senang dipanggil dengan sebutan Panca. Tapi ah sudahlah lupakan protes itu, toh waktu di sekolah semua guru dan kawan memanggil saya dengan suku kata yang pertama yaitu Ponco. E…lhadalah kok Ponco, protes lagi gak ya? memang sedikit protes juga sih, tapi apa mau dikata. Walaupun nama saya Panca, karena kami tinggal di Jawa, huruf “a” dibacanya “o”. Jadi, saya punya dua panggilan, “Ponco” panggilan di sekolah, “Dodo” panggilan dikampung.

Suatu saat saya pernah bertanya sama ibu, tentang arti nama saya. Ibu mulai bercerita, “Kamu itu anak kelima jadi ibu beri nama Panca yang artinya lima,” kata ibu saya. “nah untuk nama Suryadi, itu pemberian bapakmu saat di perantauan,” lanjut ibu. “kata bapakmu kamu itu lahir di bulan Suro (di kalender Islam yaitu bulan Muharram) makanya diberi nama Suryadi”. “sedang nama Widodo itu, artinya supaya diberi kesejahteraan, keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan.”

Nah ternyata betul kan kalo nama itu penting, mengandung filosofi yang di utak atik oleh kedua orang tua kita. Jadi “apalah arti sebuah nama?” O…tentu berarti dong.

Blahiiik, saya jadi teringat sewaktu saya protes, kenapa gak dipanggil Panca, malah dipanggil Dodo di kampung, dan kenapa juga di panggil Ponco, sedangkan nama saya Panca. Tapi saya urungkan protesnya, karena ternyata saya masih beruntung juga. Coba bayangkan, jika bapak saya yang waktu itu memberi nama saya SURYADI, dikarenakan saya lahir di bulan Suro, lalu saya di beri nama “SURODI”, pasti saya tambah mencak-mencak gak karuan protesnya.

Akhirnya saya merasa bersyukur sekali punya bapak yang pandai sekali mengolah kata-kata.

Terjemahan kata-kata planet :
Mencak-mencak : ungkapan kekesalan dengan reaksi yang sangat alay berlebihan dan membabi-buta
Lhadalah : ekspresi kaget campur heran

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan