“Apalah arti sebuah nama,” itu ungkapan klasik yang
selalu keluar jika seseorang berkenalan dengan orang lain, karena kebetulan namanya
kurang menarik. Entah siapa yang membuat kalimat sakti seperti itu. Bagi saya,
nama sangatlah berarti karena pemberian ortu kita. Ada gak, yang saat kalian
lahir, bisa memberi nama sendiri, kalo bisa jadi gak lucu kan, karna sudah saya
pastikan semua orang yang melihatmu saat lahir akan lari ketakutan.
Nama saya adalah PANCA SURYADI WIDODO, nama pemberian
kedua orang tua saya. Saya anak kelima dari lima bersaudara, so saya adalah
anak bungsu. Saya lahir di kota Magelang. Waktu saya lahir, bapak saya sedang
merantau mencari rejeki di perantauan. Entah siapa yang menemani ibu saya waktu
itu, karena saya gak sempat bertanya sampai sekarang. Tapi sudah saya pastikan
saudara-saudara saya juga ada untuk menemani ibu saat melahirkan saya.
Nama panggilan saya dikampung yaitu Dodo, agak aneh
terdengar ditelinga saya waktu itu, apalagi setelah saya pandai membaca dan
menulis. Kadang saya mau protes, karena ada tiga suku kata pada nama saya dan
saya lebih senang dipanggil dengan sebutan Panca. Tapi ah sudahlah lupakan
protes itu, toh waktu di sekolah semua guru dan kawan memanggil saya dengan
suku kata yang pertama yaitu Ponco. E…lhadalah kok Ponco, protes lagi gak ya? memang
sedikit protes juga sih, tapi apa mau dikata. Walaupun nama saya Panca, karena
kami tinggal di Jawa, huruf “a” dibacanya “o”. Jadi, saya punya dua
panggilan, “Ponco” panggilan di sekolah, “Dodo” panggilan dikampung.
Suatu saat saya pernah bertanya sama ibu, tentang
arti nama saya. Ibu mulai bercerita, “Kamu itu anak kelima jadi ibu beri nama
Panca yang artinya lima,” kata ibu saya. “nah untuk nama Suryadi, itu pemberian
bapakmu saat di perantauan,” lanjut ibu. “kata bapakmu kamu itu lahir di bulan
Suro (di kalender Islam yaitu bulan Muharram) makanya diberi nama Suryadi”. “sedang
nama Widodo itu, artinya supaya diberi kesejahteraan, keteguhan, kebijaksanaan,
pengaruh dan kekuasaan.”
Nah ternyata betul kan kalo nama itu penting,
mengandung filosofi yang di utak atik oleh kedua orang tua kita. Jadi “apalah arti
sebuah nama?” O…tentu berarti dong.
Blahiiik, saya jadi teringat sewaktu saya protes,
kenapa gak dipanggil Panca, malah dipanggil Dodo di kampung, dan kenapa juga di
panggil Ponco, sedangkan nama saya Panca. Tapi saya urungkan
protesnya, karena ternyata saya masih beruntung juga. Coba bayangkan, jika bapak
saya yang waktu itu memberi nama saya SURYADI, dikarenakan saya lahir di bulan
Suro, lalu saya di beri nama “SURODI”, pasti saya tambah mencak-mencak gak
karuan protesnya.
Akhirnya saya merasa bersyukur sekali punya bapak
yang pandai sekali mengolah kata-kata.
Terjemahan kata-kata planet :
Mencak-mencak : ungkapan kekesalan dengan reaksi yang sangat alay berlebihan dan membabi-buta
Mencak-mencak : ungkapan kekesalan dengan reaksi yang sangat alay berlebihan dan membabi-buta
Lhadalah : ekspresi kaget campur heran

0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan