Membacalah sebelum dipaksa membaca

Kamis, 04 Mei 2017

Trend celana pensil & cara pakai

Sungguh untuk saat ini saya gak peduli dengan yang namanya “Trend Setter”. Buat saya itu sudah berlalu. Tapi itu tidak berlaku disaat saya baru menginjakkan kaki di SMP. Masih sangat ingat pada waktu itu, trend setter seorang laki-laki remaja, gaya dan gaul ataupun sok gaul.

Ya celana pensil, entah  bagaimana kok dulu saya begitu terbawa arus. Padahal dulu informasi tidaklah seperti sekarang ini. Lha wong yang namanya sinetron juga gak segegap gempita dan semerdeka mengisi impian anak-anak jaman sekarang. Tapi ya itulah yang namanya trend setter.

Sewaktu ada kawan di sekolah, yang bolehlah terbilang keren dan banyak cewek-cewek yang naksir. So kita semua pengen seperti kawan itu. Kebetulan kawan saya yang keren tersebut saat itu sering memakai celana pensil (celana yang meruncing dibagian bawah).

Demi sok gaulnya saya, yang pengen juga nampak keren, jadi kepikiran untuk mempunyai celana pensil juga. Maka dengan semangat membabi buta, memberanikan dirilah saya untuk minta dibelikan celana pensil kepada orang tua. Jawaban orang tua saya sudah seperti prediksi saya waktu itu, saat saya melihat ortu memasang muka tidak menggembirakan. Yaitu kata “tidak”

Tapi demi celana pensil yang saya idam-idamkan itu, munculah kreatifitas saya. Pergilah saya ke tukang jahit dengan membawa celana jeans. Permintaan saya hanya satu, “kecilkan pak bagian bawah,”kata saya kepada tukang jahit. 

Jreeeng...dalam sekejab jadilah celana pensil baru, dengan mengorbankan celana jeans yang sudah saya miliki selama ini. Senangkah saya waktu itu, tentu senang, tetapi kesenangan itu hanya sesaat. Pada waktu saya mau memakainya, persoalanpun datang. Dengan celana yang sudah mengecil dibagian bawah, alhasil saya menemui kesulitan untuk memakainya. Telapak kaki saya tidak bersabat dengan bagian yang runcing tersebut. 

Tidak kurang akal, akhirnya saya punya solusi. Cara memakai celana pensil rombakan, yaitu dengan memasukkan telapak kaki memakai kantong plastik. Dan upaya ini akhirnya membuahkan hasil. Jadilah saya mengikuti trend setter pada waktu itu. Sekaligus menciptakan trend baru dalam memakai celana pensil, yaitu dengan bantuan kantong plastik (meskipun sedikit menyulitkan atau bisa dibilang menjadi masalah).

Disamping gaulnya saya, kadang terjadi kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan dengan celana pensil saya. Suatu saat sepulang maen dari rumah kawan, tiba-tiba perut saya diserang rasa mulas yang tidak tertahankan. Langsunglah saya berlari ke WC, tanpa membawa plastik andalan untuk melepas celana. Alhasil jadilah celana trend setter kesayangan yang ikut basah-basahan. 

Waktupun berlalu akhirnya trend celana pensil waktu itu habis, digantikan dengan celana cutbray. Yah itulah namanya trend setter yang selalu akan berulang kali kembali lagi. Dan ternyata celana pensil beberapa tahun belakangan juga menjangkiti generasi muda saat ini. Meskipun sudah saya pastikan tidaklah sesulit memakainya seperti saat trend dimasa dulu.


0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan