Sungguh untuk saat ini saya gak
peduli dengan yang namanya “Trend Setter”. Buat saya itu sudah berlalu. Tapi itu
tidak berlaku disaat saya baru menginjakkan kaki di SMP. Masih sangat ingat
pada waktu itu, trend setter seorang laki-laki remaja, gaya dan gaul ataupun
sok gaul.
Ya celana pensil, entah bagaimana kok dulu saya begitu terbawa arus. Padahal
dulu informasi tidaklah seperti sekarang ini. Lha wong yang namanya sinetron
juga gak segegap gempita dan semerdeka mengisi impian anak-anak jaman sekarang.
Tapi ya itulah yang namanya trend setter.
Sewaktu ada kawan di sekolah,
yang bolehlah terbilang keren dan banyak cewek-cewek yang naksir. So kita semua
pengen seperti kawan itu. Kebetulan kawan saya yang keren tersebut saat itu
sering memakai celana pensil (celana yang meruncing dibagian bawah).
Demi sok gaulnya saya, yang
pengen juga nampak keren, jadi kepikiran untuk mempunyai celana pensil juga. Maka
dengan semangat membabi buta, memberanikan dirilah saya untuk minta dibelikan
celana pensil kepada orang tua. Jawaban orang tua saya sudah seperti prediksi
saya waktu itu, saat saya melihat ortu memasang muka tidak menggembirakan. Yaitu
kata “tidak”
Tapi demi celana pensil yang saya
idam-idamkan itu, munculah kreatifitas saya. Pergilah saya ke tukang jahit
dengan membawa celana jeans. Permintaan saya hanya satu, “kecilkan pak bagian
bawah,”kata saya kepada tukang jahit.
Jreeeng...dalam sekejab jadilah
celana pensil baru, dengan mengorbankan celana jeans yang sudah saya miliki
selama ini. Senangkah saya waktu itu, tentu senang, tetapi kesenangan itu hanya
sesaat. Pada waktu saya mau memakainya, persoalanpun datang. Dengan celana yang
sudah mengecil dibagian bawah, alhasil saya menemui kesulitan untuk memakainya.
Telapak kaki saya tidak bersabat dengan bagian yang runcing tersebut.
Tidak kurang akal, akhirnya saya
punya solusi. Cara memakai celana pensil rombakan, yaitu dengan memasukkan telapak
kaki memakai kantong plastik. Dan upaya ini akhirnya membuahkan hasil. Jadilah saya
mengikuti trend setter pada waktu itu. Sekaligus menciptakan trend baru dalam
memakai celana pensil, yaitu dengan bantuan kantong plastik (meskipun sedikit
menyulitkan atau bisa dibilang menjadi masalah).
Disamping gaulnya saya, kadang
terjadi kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan dengan celana pensil saya. Suatu
saat sepulang maen dari rumah kawan, tiba-tiba perut saya diserang rasa mulas
yang tidak tertahankan. Langsunglah saya berlari ke WC, tanpa membawa plastik
andalan untuk melepas celana. Alhasil jadilah celana trend setter kesayangan
yang ikut basah-basahan.
Waktupun berlalu akhirnya trend
celana pensil waktu itu habis, digantikan dengan celana cutbray. Yah itulah
namanya trend setter yang selalu akan berulang kali kembali lagi. Dan ternyata
celana pensil beberapa tahun belakangan juga menjangkiti generasi muda saat
ini. Meskipun sudah saya pastikan tidaklah sesulit memakainya seperti saat
trend dimasa dulu.

0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan