Saat saya menyukai lagu-lagu dari band Dewa 19, saya diharu birukan dengan lirik lagunya. Diantara lagu itu adalah, Risalah Hati, Roman Picisan, Selimut Hati, Sayap-sayap patah dan masih banyak lagi. Saat itu saya terkesima dengan pentolan band tersebut. Ya, Ahmad Dhani, buat saya, dia termasuk salah satu pencipta lagu yang bagus.
Ternyata benar dugaan saya, Ahmad Dhani seorang kutu
buku. Dia tertarik dengan sastra-sastra timur dan banyak mensadur karya-karya
penyair Timur Tengah untuk dijadikan inspirasi lagunya.
Salah satu lagu berjudul “Sayap – sayap patah”
sedikit mirip prosanya Kahlil Gibran.
Dan sayapun tertarik juga mencoba merangkai kata-kata
seperti prosa dari Kahlil Gibran maupun lagu ciptaan Ahmad Dhani. Meskipun saya
tidak yakin hasilnya sebaik dari prosa mereka.
Ini salah satu yang pernah saya tulis dengan judul “Jadi?”
Jadi ?
Apa yang terasa bila semua sangat sulit...
Memecahkanya?...akan sia-sia
Ketika terhempas di muka karang
Seribu dendampun tak bermakna
Lihat batu itu juga akan tergores
Walau tetesan air sekalipun
Pelan tapi pasti
Sealiran jatuhnya ke sasaran
Mendongak keatas mengharap hujan
Setetes embun yang didapat
Masih juga menengadah
Tak tersadar cacian katak
Terus berlari menantang punggung gunung
Apa yang didapat
Keindahan?....takjub akan alam?
Atau teriak keras supaya alam mendengar
Akhirnya kembali juga
Tanah datarpun yang akan menyadarkanya
Mengapa mesti dipaksa
Bila tersadar hempasannya
Biarkan saja walau keras kepala
Denting lagu alam yang akan melenakannya
Cobalah meniti ilalang...tak usah direbahkan
Nikmatilah nyanyiannya
Itulah karya saya, hasil coba-coba saya
merangkai kata-kata yang terinspirasi oleh Kahlil Gibran dan Ahmad Dhani.


0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan