Waktu kecil, saya termasuk salah
satu anak yang tidak suka dengan cabe. Dan ini yang membuat saya kesal. Setiap kali makan
bersama keluarga, makanan saya pasti dihidangkan beda sendiri. Belum lagi
kakak-kakak yang sering mengejek, karena saya gak berani makan cabe. Rasanya jadi
terasing didalam keluarga saat makan bersama.
Lebih heran lagi kenapa saya gak
suka cabe waktu itu. Padahal bapak saya penyuka cabe. Terbayang, saat bapak
membuat sambel, dan saat memakannya, sampai keringat keluar dari wajah bapak. Tapi itu dulu, kalo sekarang saya
malah jadi setannya cabe, ngalahin cabe setan. Hampir setiap kali makan, jika
tidak ada cabe tentu gak akan merasa puas.
Bicarain cabe sama aja bicarain
warga buah-buahan. Akhir-akhir ini kita dimanjakan oleh buah-buahan dengan
beragam keunggulannya masing-masing. Dan yang paling menyita perhatian adalah disandingkannya
kata “madu” pada nama buah-buahan tersebut. Jadi dimadu bukan monopoli manusia saja, sekarang buahpun banyak juga yang dimadu.
Fenomena ini karena saking
pinternya manusia atau hanya strategi bisnis, sayapun gak tahu. Bagi saya cukuplah menikmati buah yang semakin manis rasanya. Tapi kok rasanya jadi latah ya,
hampir setiap penjual buah selalu menawarkan buah yang dijualnya dengan
embel-embel kata “madu” dibelakang nama buah yang sudah umum kita ketahui.
Ada jambu madu, ada jeruk madu,
salak madu, mangga madu, nanas madu, labu madu, bahkan ubi aja udah dimadu,
contohnya ubi cilembu. Wah bisa-bisa si madu sendiri akan protes, namanya
disandingin ke nama buah-buahan.
Lama-kelamaan saya jadi berfikir,
jangan-jangan nanti akan muncul juga daun pepaya madu, pare madu atau apapun
makanan yang pahit-pahit, jadi manis dibuatnya.
Tapi yang paling bikin saya
kesal kalo nantinya muncul juga “cabe madu”. Gimana gak kesal coba, kenapa kok
baru saat ini ada cabe madu. Kenapa tidak dari dulu, diwaktu saya kecil. Jadi kan
saya gak terasing, waktu makan bersama keluarga. Tidak ada lagi kata-kata ejekan dari kakak-kakak saya. Sayapun bisa menikmati makanan dengan tenang.


0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan