Membacalah sebelum dipaksa membaca

Minggu, 16 April 2017

Surga dan Neraka



Suatu hari bapak Gangsal menunaikan ibadah sholat zuhur di sebuah masjid raya, setelah selesai sholat dilanjutkan berdoa memohon kepada Allah.

Beberapa saat kemudian dia mendengar isak tangis seorang anak kecil dari arah belakang tempatnya duduk. Maka setelah selesai berdoa, dia menoleh kebelakang, dan didapatinya ada seorang anak yang tengah berdoa sambil mencucurkan airmata. Tertegun pak Gangsal melihat anak yang berdoa sambil mengeluarkan air mata tersebut, lantas dia duduk mendekat si anak tersebut. Tapi dia hanya duduk terdiam di dekatnya, dia tak berani menyela anak yang sedang berdoa itu. Sejenak kemudian anak ini selesai berdoa, dan dengan tatapan yang menyiratkan kesedihan dia pandangi bapak Gangsal. Tanpa ada sepatah katapun dari anak tersebut, lalu dia mau beranjak pergi.

"Nak" kata pak Gangsal. Mendengar sapaan dari pak Gangsal anak tersebut mengurungkan langkahnya.
"ada apa pak" jawab anak tersebut."kamu sedang ada masalah ya nak?" tanya pak Gangsal.
Anak tersebut menggelengkan kepala, sambil menunduk dihadapan pak Gangsal.

"ceritakanlah sama bapak apa masalahmu, barangkali bapak bisa meringankan galau di hatimu", dengan suara lembut pak Gangsal berkata pada anak tersebut. Anak itu tetap saja diam, lalu dengan mata menerawang jauh ke depan, tanpa terasa air mata keluar lagi dari kedua matanya.

“kalo kamu tak mau bercerita masalah kamu ke bapak tak apa-apa”, kata pak Gangsal.
“tapi bolehkah bapak tahu apa yang kamu minta dari doa kamu kepada Allah?” tanya pak Gangsal.
“bapak mau tahu apa yang saya  minta kepada Allah?” kata anak tersebut. “ya kalo kamu bersedia” jawab pak Gangsal.

“saya hanya punya satu permintaan kepada-Nya pak”, lalu anak tersebut meneruskan. “saya minta kepada Allah, untuk memperlihatkan neraka dan surga di hadapan umat manusia saat ini”. Dengan suara tercekak menahan tangisnya anak tersebut berkata. “harapan saya pak, kalo manusia yang hidup di bumi ini melihat langsung neraka dengan segala isinya, dan juga surga yang dikatakan begitu indah secara langsung dihadapan mereka saat ini, pasti ayah saya tak akan terbunuh sia-sia di tangan para perampok tersebut.” kata anak tersebut sambil mencoba menahan isak tangisnya.

“ada apa dengan ayah kamu?” tanya pak Gangsal.
“ayah saya terbunuh oleh perampok di sebuah bank, ayah mencoba tuk melawannya ketika dia ditodong pistol”, lalu anak itu membisu tak kuasa lagi meneruskan kata-katanya
“ya sudahlah, bapak harap kamu bersabar, sambil banyak berdoa kepada-Nya”, pak Gangsal mencoba menenangkan anak tersebut.

“tapi pak” anak tersebut menyela perkataan pak Gangsal. “kalo seandainya perampok itu melihat langsung bagaimana bentuk neraka, pasti dia tak akan berbuat begitu terhadap ayah saya. Dan dia pasti berbuat kebaikan di bumi ini, karena dia bisa melihat surga juga.

“ya benar kata-kata kamu, tapi ini semua kan sudah kehendak Tuhan, neraka dan surga adalah rahasia Tuhan, dimana manusia yang beriman akan mempercayainya walaupun tidak melihat secara langsung” terang pak Gangsal.

“hanya doa yang kita lakukan supaya kita tetap berada di jalan yang di ridhoi-Nya, yaitu jalan kebaikan di muka bumi ini, ikhlaskan kepergian ayahmu, karena Allah sudah merencakan yang terbaik buat ayahmu”. Pak Gangsal mencoba membesarkan hati anak tersebut.
Lalu serta merta anak tersebut memeluk pak Gangsal, dengan lembut pak Gangsal membalas pelukan anak itu.

Lalu mereka berdua berjalan keluar dari masjid.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan