Suatu hari bapak Gangsal menunaikan ibadah sholat zuhur
di sebuah masjid raya, setelah selesai sholat dilanjutkan berdoa memohon kepada
Allah.
Beberapa saat kemudian dia mendengar isak tangis
seorang anak kecil dari arah belakang tempatnya duduk. Maka setelah selesai
berdoa, dia menoleh kebelakang, dan didapatinya ada seorang anak yang tengah
berdoa sambil mencucurkan airmata. Tertegun pak Gangsal melihat anak yang
berdoa sambil mengeluarkan air mata tersebut, lantas dia duduk mendekat si anak
tersebut. Tapi dia hanya duduk terdiam di dekatnya, dia tak berani menyela anak
yang sedang berdoa itu. Sejenak kemudian anak ini selesai berdoa, dan dengan
tatapan yang menyiratkan kesedihan dia pandangi bapak Gangsal. Tanpa ada
sepatah katapun dari anak tersebut, lalu dia mau beranjak pergi.
"Nak" kata pak Gangsal. Mendengar sapaan
dari pak Gangsal anak tersebut mengurungkan langkahnya.
"ada apa pak" jawab anak
tersebut."kamu sedang ada masalah ya nak?" tanya pak Gangsal.
Anak tersebut menggelengkan kepala, sambil menunduk
dihadapan pak Gangsal.
"ceritakanlah sama bapak apa masalahmu,
barangkali bapak bisa meringankan galau di hatimu", dengan suara lembut
pak Gangsal berkata pada anak tersebut. Anak itu tetap saja diam, lalu dengan
mata menerawang jauh ke depan, tanpa terasa air mata keluar lagi dari kedua
matanya.
“kalo kamu tak mau bercerita masalah kamu ke bapak
tak apa-apa”, kata pak Gangsal.
“tapi bolehkah bapak tahu apa yang kamu minta dari
doa kamu kepada Allah?” tanya pak Gangsal.
“bapak mau tahu apa yang saya minta kepada Allah?” kata anak tersebut. “ya
kalo kamu bersedia” jawab pak Gangsal.
“saya hanya punya satu permintaan kepada-Nya pak”,
lalu anak tersebut meneruskan. “saya minta kepada Allah, untuk memperlihatkan
neraka dan surga di hadapan umat manusia saat ini”. Dengan suara tercekak
menahan tangisnya anak tersebut berkata. “harapan saya pak, kalo manusia yang
hidup di bumi ini melihat langsung neraka dengan segala isinya, dan juga surga
yang dikatakan begitu indah secara langsung dihadapan mereka saat ini, pasti
ayah saya tak akan terbunuh sia-sia di tangan para perampok tersebut.” kata
anak tersebut sambil mencoba menahan isak tangisnya.
“ada apa dengan ayah kamu?” tanya pak Gangsal.
“ayah saya terbunuh oleh perampok di sebuah bank,
ayah mencoba tuk melawannya ketika dia ditodong pistol”, lalu anak itu membisu
tak kuasa lagi meneruskan kata-katanya
“ya sudahlah, bapak harap kamu bersabar, sambil
banyak berdoa kepada-Nya”, pak Gangsal mencoba menenangkan anak tersebut.
“tapi pak” anak tersebut menyela perkataan pak Gangsal.
“kalo seandainya perampok itu melihat langsung bagaimana bentuk neraka, pasti
dia tak akan berbuat begitu terhadap ayah saya. Dan dia pasti berbuat kebaikan
di bumi ini, karena dia bisa melihat surga juga.
“ya benar kata-kata kamu, tapi ini semua kan sudah
kehendak Tuhan, neraka dan surga adalah rahasia Tuhan, dimana manusia yang
beriman akan mempercayainya walaupun tidak melihat secara langsung” terang pak Gangsal.
“hanya doa yang kita lakukan supaya kita tetap
berada di jalan yang di ridhoi-Nya, yaitu jalan kebaikan di muka bumi ini,
ikhlaskan kepergian ayahmu, karena Allah sudah merencakan yang terbaik buat
ayahmu”. Pak Gangsal mencoba membesarkan hati anak tersebut.
Lalu serta merta anak tersebut memeluk pak Gangsal,
dengan lembut pak Gangsal membalas pelukan anak itu.
Lalu mereka berdua berjalan keluar dari masjid.

0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan