Membacalah sebelum dipaksa membaca

Rabu, 31 Mei 2017

Permainan anggar



Saya teringat sewaktu kecil, saat itu saya bersama kawan-kawan satu kampung sering bermain anggar. Ya anggar, permainan perang-perangan anak laki-laki dengan menggunakan pedang. Tapi jelas pedang yang kami pakai bukan pedang dari besi, tapi kami buat dari batang pohon sono keling. Rasanya senang sekali pada saat saya bisa mengalahkan musuh dalam hal ini lawan saya yang juga teman saya sendiri.

Sebenarnya permainan anggar ini adalah representasi dari perang jaman dahulu. Dimana saat belum ditemukannya senapan. Tentu tujuan utamanya untuk mematikan lawan. Siapa yang lengah akan tertusuk pedang tersebut dan ajalpun datang. 

Saya sendiri jadi heran, kenapa kok saya senang ya dengan permainan ini. Padahal dalam kenyataannya itu adalah sebuah ilustrasi peperangan jaman dulu. Apa sih enaknya perang? Jelas buat saya tidak ada enaknya. Kalo tidak membunuh ya pasti akan terbunuh.

Lebih heran lagi, saat ini ternyata permainan anggar ini lebih disukai oleh orang-orang dewasa. Bukan anak kecil lagi yang suka pada permainan anggar ini, ya mungkin dikarenakan anak-anak sudah terlena dengan hebatnya teknologi gadget.

Bicara orang dewasa yang saat ini senang dengan permainan anggar sangatlah fenomenal. Bahkan sampai diberitakan di TV. Tidak tanggung-tanggung media duniapun menyoroti permainan anggar ini. Fenomenalnya permainan anggar ini, karena sampai-sampai aparat kepolisian yang harus turun tangan untuk menghentikan permainnya. Tepatnya pada bulan Mei 2017 lalu polisi menggerebek ratusan laki-laki yang sedang pesta anggar, eh...bukan, yang benar adalah pesta gay. 

Ehm... pesta gay, tahukan? Pesta ini pasti melibatkan laki-laki sama laki-laki. Ya seperti permainan anggar-anggaran. Hanya  barang yang dipakai berbeda dengan permainan saya waktu kecil. 

Saya jadi teringat kembali, permainan anggar saya waktu kecil, yang ternyata merepresentasikan perang sesungguhnya. Yang namanya perang tidaklah enak, eh ternyata malah ada orang dewasa (laki-laki) saat ini yang suka bermain perang-perangan.

Yah yang namanya "kesenangan" memang aneh, dimata kita hal tersebut tidak menyenangkan, tapi dimata orang lain itu adalah salah satu bentuk kesenangan.


0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan