Saat pulang kampung pada liburan lebaran, saya
selalu mempunyai aktifitas berwisata. Ada beberapa tempat yang selalu saya
kunjungi. Salah satu tempat wisata yang saya kunjungi kali ini adalah candi
Selo Griyo. Candi yang terletak di kecamatan Windusari provinsi Jawa Tengah.
Kebetulan candi tersebut terletak tidak jauh dari rumah orang tua saya.
Sewaktu SMA, saya sering main ke candi ini. Saya
bersama kawan-kawan jalan kaki dari rumah sampai ke candi. Lumayan jauh, kurang
lebih 20 km. Rumah orang tua saya di kelurahan Krama Magelang.
Ada yang berbeda pada kunjungan saya saat ini. Saya
datang ke candi pagi-pagi, kurang lebih sekitar jam 5 pagi. Kali ini saya
ditemani kakak saya, kami berdua sampai di dusun Campurejo (dusun tempat candi
Selo Griyo), kurang lebih jam 5.30 dengan menggunakan mobil. Karena mobil tidak
bisa sampai diatas maka kami harus jalan kaki.
Tidak jauh dari tempat kami berjalan melewati
gapura yang disampingnya ada pos jaga. Kami terus berjalan. Sampailah kami di
candi tersebut.
Saat sampai di seputar candi, saya melihat banyak
sekali perubahan pada areal candi Selo Griyo. Yang mencolok, saat ini candi
dikelilingi pagar besi. Dan sebelum masuk ke areal candi ada sebuah pos untuk
membeli karcis masuk. Ini berbeda dengan saat saya remaja dulu kesana. Dimana
candi sama sekali tidak dipasang pagar, tidak ada pos jaga.
Pada saat saya datang kali ini belum ada penjaga,
jadi saya bisa menikmati candi tanpa dipungut karcis. Setelah puas menikmati
candi, sayapun pulang. Dengan berjalan menyusuri jalan yang hanya bisa dilalui
dengan sepeda motor. Saya turun dari candi kurang lebih jam 9 pagi. Dan telah sampai
di gapura dusun Campurejo. Didalam pos jaga tersebut saya melihat ada 2 orang
yang sedang berjaga dengan membawa karcis.
Melihat kami berdua berjalan keluar dari area
candi, mereka tampak heran. Tapi saya putuskan tetap berjalan ke areal parkir.
Ada hal yang saya rasakan kali ini. Saya jadi
teringat beberapa tahun yang lalu, disaat saya datang, candi tersebut tidak
dikelola (tidak dipungut biaya). Dan sekarang sudah ada dua pos jaga, satu di
batas dusun Selogriyo, satunya lagi diseputar candi.
Jadi kedatangan kali ini, saya merasa beruntung
juga. Karena masih seperti saat saya main sama kawan-kawan beberapa tahun yang
lalu, dimana kami tidak dipungut biaya.
Benar kata orang tua,”ayo bangun pagi-pagi, jangan
sampai rejekimu dipatok ayam.” Nah kali ini saya datang ke candi Selo Griyo
saat pagi hari. Sedangkan petugas jaga karcisnya belum datang (mungkin belum
saatnya buka). Dan kali ini rejeki saya tidak dipatok ayam. Giliran si
penjagalah yang rejekinya dipatok ayam.


0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan