Membacalah sebelum dipaksa membaca

Selasa, 09 Mei 2017

Rejeki dipatok ayam di Candi Selo Griyo




Saat pulang kampung pada liburan lebaran, saya selalu mempunyai aktifitas berwisata. Ada beberapa tempat yang selalu saya kunjungi. Salah satu tempat wisata yang saya kunjungi kali ini adalah candi Selo Griyo. Candi yang terletak di kecamatan Windusari provinsi Jawa Tengah. Kebetulan candi tersebut terletak tidak jauh dari rumah orang tua saya.

Sewaktu SMA, saya sering main ke candi ini. Saya bersama kawan-kawan jalan kaki dari rumah sampai ke candi. Lumayan jauh, kurang lebih 20 km. Rumah orang tua saya di kelurahan Krama Magelang.

Ada yang berbeda pada kunjungan saya saat ini. Saya datang ke candi pagi-pagi, kurang lebih sekitar jam 5 pagi. Kali ini saya ditemani kakak saya, kami berdua sampai di dusun Campurejo (dusun tempat candi Selo Griyo), kurang lebih jam 5.30 dengan menggunakan mobil. Karena mobil tidak bisa sampai diatas maka kami harus jalan kaki.

Tidak jauh dari tempat kami berjalan melewati gapura yang disampingnya ada pos jaga. Kami terus berjalan. Sampailah kami di candi tersebut.

Saat sampai di seputar candi, saya melihat banyak sekali perubahan pada areal candi Selo Griyo. Yang mencolok, saat ini candi dikelilingi pagar besi. Dan sebelum masuk ke areal candi ada sebuah pos untuk membeli karcis masuk. Ini berbeda dengan saat saya remaja dulu kesana. Dimana candi sama sekali tidak dipasang pagar, tidak ada pos jaga.

Pada saat saya datang kali ini belum ada penjaga, jadi saya bisa menikmati candi tanpa dipungut karcis. Setelah puas menikmati candi, sayapun pulang. Dengan berjalan menyusuri jalan yang hanya bisa dilalui dengan sepeda motor. Saya turun dari candi kurang lebih jam 9 pagi. Dan telah sampai di gapura dusun Campurejo. Didalam pos jaga tersebut saya melihat ada 2 orang yang sedang berjaga dengan membawa karcis.

Melihat kami berdua berjalan keluar dari area candi, mereka tampak heran. Tapi saya putuskan tetap berjalan ke areal parkir.

Ada hal yang saya rasakan kali ini. Saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu, disaat saya datang, candi tersebut tidak dikelola (tidak dipungut biaya). Dan sekarang sudah ada dua pos jaga, satu di batas dusun Selogriyo, satunya lagi diseputar candi.

Jadi kedatangan kali ini, saya merasa beruntung juga. Karena masih seperti saat saya main sama kawan-kawan beberapa tahun yang lalu, dimana kami tidak dipungut biaya.

Benar kata orang tua,”ayo bangun pagi-pagi, jangan sampai rejekimu dipatok ayam.” Nah kali ini saya datang ke candi Selo Griyo saat pagi hari. Sedangkan petugas jaga karcisnya belum datang (mungkin belum saatnya buka). Dan kali ini rejeki saya tidak dipatok ayam. Giliran si penjagalah yang rejekinya dipatok ayam.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan