Membacalah sebelum dipaksa membaca

Rabu, 19 April 2017

Sulitnya menulis


Bangsa eropa sering melahirkan ilmuwan dan bahkan ilmu pengetahuan yang mereka ciptakan banyak juga terpakai sampai saat ini. Saat mereka menciptakan sesuatu tidak lupa mereka membuat dokumen dengan cara menulis yang akhirnya bermanfaat buat generasi sekarang termasuk saya.

Nah ini yang menjadi unek-unek saya tiap hari. Betapa tidak, jika dibandingkan dengan bangsa kita perbedaan tersebut bagai bumi dan langit. Seperti sudah kita ketahui masyarakat Indonesia termasuk sangat susah sekali untuk terbiasa menulis, jangankan untuk menulis untuk membaca saja kita termasuk salah satu bangsa yang kurang. Dibanding masyarakat Jepang dan eropa yang memang gemar membaca.

Ini bisa terlihat seperti saat saya menyemangati remaja-remaja sekarang. Suatu ketika saya berbicara sama 5 orang remaja.
“Kalian ingin negara kita maju tidak?” Tanya saya. “tentulah pak”, jawab mereka kompak.
“untuk menjadi negara yang maju, masyarakat sebuah negara haruslah gemar membaca dan menulis”, urai saya sambil melihat raut muka mereka yang penuh antusias. “oh gitu ya pak, lalu kita harus jadi penulis juga dong pak”, kata salah satu dari mereka.

“Jadi gimana kalian mau memajukan negara ini?”, tanya saya. “ya pak akan saya coba”, jawab mereka.

Tiga bulan kemudian saat saya jumpa dengan mereka lagi. “apa kabar kalian, gimana sudah menulis, mana hasil karya tulisan kalian?” tanya saya. “belum satupun saya buat pak” jawab salah satu dari mereka. “lho….!”heran saya.
“saya malu pak, saya gak bisa menulis dengan cepat lagipula bentuk tulisan saya jelek, kata kawan-kawan tulisan saya tidak bisa dibaca”, jawaban salah satu dari remaja tersebut.
“duh Gusti kulo nyuwun ngapuro”, gumam saya sambil nepok jidat.

Terjemahan bahasa planet :

Duh Gusti kulo nyuwun ngapuro = ya Tuhan maafkan saya

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan