Membacalah sebelum dipaksa membaca

Sabtu, 06 Mei 2017

TV ONE memang beda



Sewaktu kecil saya sering bermain bersama dengan kawan-kawan. Tetapi kadang saya juga bermain dengan yang usianya lebih dari saya. Dikarenakan usia saya yang dikatakan tanggung diantara mereka, alias tidak ada yang sebaya. Kadang saya memaksakan diri untuk bermain dengan yang lebih tua.

Ada rasa senang tapi juga sedikit kecewa. Dimana saat saya menyodorkan diri untuk bergabung dengan kawan yang lebih tua dalam suatu permainan, mereka enggan untuk menerima saya. Tapi diantara mereka ada juga yang merasa kasihan kepada saya. Alhasil sayapun bisa ikut bermain dengan mereka. Meskipun sebelum mulai permainan saya mendapat sebutan “pupuk bawang”.

Yah itulah “pupuk bawang”, suatu label yang disematkan kepada seseorang dalam suatu permainan di kampung saya, yang dinyatakan sebagai pelengkap saja. Mungkin bagi orang yang melihat, pasti tidak ada menariknya suatu permainan jika didalamnya ada seorang pupuk bawang. 

Dalam dunia olah ragapun demekian, seandainya kita sedang menonton pertandingan tinju, jika salah satu pentinju tidak menunjukkan kehebatan dibanding lawan, maka yang terjadi permainan tidak menarik lagi. Karena salah satu ada yang superior dan yang satunya adalah pecundang. Dalam istilah olah raga kebanyakan orang menyebutnya ayam sayur.

Membicarakan suatu pertandingan adalah membicarakan keunggulan orang-orang yang bertanding, dan lebih menarik lagi bila diantara yang bertanding tersebut sama kuat. 

Seperti halnya dalam perang dunia kedua. Ada dua kekuatan yang sangat kuat yaitu Amerika Serikat sebagai blok barat, sedangkan penyeimbang kekuatan tersebut adalah Uni Soviet di blok timur. Setelah satu diantara mereka hancur, maka tidak ada lagi kekuatan penyeimbang AS.

Ada lagi dalam dunia berita di Indonesia. Ada dua kubu penyampai berita yaitu Metro TV, yang selalu bersaing dengan TV ONE. Maka dua kekuatan tersebut menjadi pilihan pemirsa TV yang menyukai berita-berita terbaru, terlebih lagi berita politik di negeri ini.

Tapi akhir-akhir ini ada yang hilang dari kekhasan TV One, tepatnya sejak tanggal 15 April 2017. TV one sudah mulai bermain sentimentil dan terlihat manis. Tidak segarang dulu, saat bersaing dengan Metro TV dalam menayangkan berita-berita politik. 

Terseliplah sinetron Turki yang penuh dengan drama. Ya drama, tapi bukan drama politik lagi, melainkan drama rumah tangga. Ada sekitar 5 serial, Shehrazat, Orphan Flowers, Endless Love, Winter Sun, Torn Apart, yang tentu kesemuanya akan menguras air mata bagi yang menyukai drama seperti ini.

Disaat Metro TV masih setia menayangkan berita-berita politik, TV One sekali lagi menunjukkan slogannya yaitu TV One memang beda. Ya perbedaan yang dalam pikiran saya, jadi mengingatkan saya waktu kecil. Saat saya menjadi pupuk bawang dalam suatu permainan. 

Apakah TV One akan menjadi pupuk bawang dalam berita-berita politik, hanya pemirsalah yang akan menilai. Agaknya TV one sedikit merubah pangsa pasarnya, yang tidak melulu menampilkan berita-berita sebagai penyeimbang tv sebelah. Ya TV One memang beda.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan