Sewaktu kecil saya sering bermain bersama dengan
kawan-kawan. Tetapi kadang saya juga bermain dengan yang usianya lebih dari
saya. Dikarenakan usia saya yang dikatakan tanggung diantara mereka, alias
tidak ada yang sebaya. Kadang saya memaksakan diri untuk bermain dengan yang
lebih tua.
Ada rasa senang tapi juga sedikit kecewa. Dimana
saat saya menyodorkan diri untuk bergabung dengan kawan yang lebih tua dalam
suatu permainan, mereka enggan untuk menerima saya. Tapi diantara mereka ada
juga yang merasa kasihan kepada saya. Alhasil sayapun bisa ikut bermain dengan
mereka. Meskipun sebelum mulai permainan saya mendapat sebutan “pupuk bawang”.
Yah itulah “pupuk bawang”, suatu label yang
disematkan kepada seseorang dalam suatu permainan di kampung saya, yang
dinyatakan sebagai pelengkap saja. Mungkin bagi orang yang melihat, pasti tidak
ada menariknya suatu permainan jika didalamnya ada seorang pupuk bawang.
Dalam dunia olah ragapun demekian, seandainya kita
sedang menonton pertandingan tinju, jika salah satu pentinju tidak menunjukkan
kehebatan dibanding lawan, maka yang terjadi permainan tidak menarik lagi. Karena
salah satu ada yang superior dan yang satunya adalah pecundang. Dalam istilah
olah raga kebanyakan orang menyebutnya ayam sayur.
Membicarakan suatu pertandingan adalah membicarakan
keunggulan orang-orang yang bertanding, dan lebih menarik lagi bila diantara
yang bertanding tersebut sama kuat.
Seperti halnya dalam perang dunia kedua. Ada dua
kekuatan yang sangat kuat yaitu Amerika Serikat sebagai blok barat, sedangkan
penyeimbang kekuatan tersebut adalah Uni Soviet di blok timur. Setelah satu
diantara mereka hancur, maka tidak ada lagi kekuatan penyeimbang AS.
Ada lagi dalam dunia berita di Indonesia. Ada dua
kubu penyampai berita yaitu Metro TV, yang selalu bersaing dengan TV ONE. Maka
dua kekuatan tersebut menjadi pilihan pemirsa TV yang menyukai berita-berita
terbaru, terlebih lagi berita politik di negeri ini.
Tapi akhir-akhir ini ada yang hilang dari kekhasan
TV One, tepatnya sejak tanggal 15 April 2017. TV one sudah mulai bermain sentimentil
dan terlihat manis. Tidak segarang dulu, saat bersaing dengan Metro TV dalam
menayangkan berita-berita politik.
Terseliplah sinetron Turki yang penuh dengan
drama. Ya drama, tapi bukan drama politik lagi, melainkan drama rumah tangga. Ada
sekitar 5 serial, Shehrazat, Orphan Flowers, Endless Love, Winter Sun, Torn
Apart, yang tentu kesemuanya akan menguras air mata bagi yang menyukai drama
seperti ini.
Disaat Metro TV masih setia menayangkan
berita-berita politik, TV One sekali lagi menunjukkan slogannya yaitu TV One
memang beda. Ya perbedaan yang dalam pikiran saya, jadi mengingatkan saya waktu
kecil. Saat saya menjadi pupuk bawang dalam suatu permainan.
Apakah TV One akan menjadi pupuk bawang dalam
berita-berita politik, hanya pemirsalah yang akan menilai. Agaknya TV one
sedikit merubah pangsa pasarnya, yang tidak melulu menampilkan berita-berita
sebagai penyeimbang tv sebelah. Ya TV One memang beda.

0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan